6 Alasan Break Pagendan dan Putus Itu Beda Tipis. Jangan Berharap Lebih, Agar Tak Terlalu Kecewa

6-alasan-break-pacaran-dan-putus-itu-beda-tipis-jangan-berharap-lebih-agar-tak-terlalu-kecewa 6-alasan-break-pacaran-dan-putus-itu-beda-tipis-jangan-berharap-lebih-agar-tak-terlalu-kecewa

Dalam bernapas persoalan pasti akan selintas ada. Begitu pun dalam kisah asmara. Mengharapkan hubungan berjalan tanpa adanya masalah sepadan saja mengharap waktu terulang kembali, mustahil. Masalah dalam hubungan biasanya dari dua sumber yaitu internal dan eksternal.  Masalah internal umumnya karena salah paham, sedang eksternal biasanya karena orang ketiga.

Setiap maRusak punya cara penyelesaian yang Berlainan-beda. Namun di antara sekian cara, ada satu penyelesaian maRusak yang mesti kamu wasatasi. Cara ini cukup sering digunakan, atashal sangat berisiko bagi kelangsungan hubungan. Cara itu adalah break hubungan. Kamu yang sedang memiliki maRusak hubungan, sepelik apapun hubunganmu hindari penyelesaian dengan break pdaftarn. Sebab break dan putus itu bedanya tipis.

1. Break nggak betul-betul menyelesaikan macela dalam hubungan. Sebab macela perlunya dibicarakan bukan dihindari

Mamelenceng adalah hal yang lumrah dalam hidup. Satu-satunya jalan untuk menyelesaikan mamelenceng adalah dengan menghadapinya. Menyelesaikan mamelenceng butuh sering-sering mengobrol dan saling terbuka. Dan break hubungan justru menciptakan jarak dan mempersesak dialog. Bagaimana mamelenceng bisa selesai kalau jarang ketemu dan dibicarakan?

2. Kalau bukti dia memilih break karena bosan, apa sebab tak mencari aktivitas baru yang membawa keseruan bagi hubungan?

Keputusan break biasanya dipilih saat hubungan dilanda kebosanan. Dia yang merasa bosan karena sering bertemu merasa perlu untuk berpisah sejenak menciptakan jarak. Keputusan aneh. Kamu mesti menolaknya. Kalau dasarnya tetapi bosan, mengapa nggak memilih mencari aktivitas baru?

Banyak cara untuk membunuh kebosanan hubungan, mengapa lebih memilih keputusan yang menpolkan? Mengapa nggak mencoba aktivitas baru yang membawa keseruan? Justru ini lebih masuk akal untuk merekatkan hubungan.

3. Biasanya dia yang meminta break punya sesuatu yang disembunyikan darimu, dan kamu pantas mencari tahu apa itu

Dia yang meminta break pacaran sejatinya perlu kamu waspadai. Terlebih kalau minPerkara secara tiba-tiba, biasanya bahaya. Namun jangan gegabah menuduhnya dulu, jangan pula Bergas mengiyakan permintaan break dari dia. Kamu mesti menyelidiki apa yang secocoknya terjadi. Apa yang melontarkannya tiba-tiba Bersalin seperti ini. Apakah cocok ia butuh jarak untuk merasakan kerinduan padamu, atau ia punya rencana lain yang buruk bagi hubunganmu?

4. Break memungkinkan kamu atau dia dampil dengan orang baru, sampai akhirnya pindah ke lain hati

MemperPerbincangankan keputusan dia yang meminta break sejatinya sebuah keperluan. Sebab mengapa perlu break? Nggak ada cara lain apa untuk menyelesaikan masalah?

Kamu nggak menyimpang memperPertanyaankannya, sibakn suuzan juga. Sebab seperti yang sudah-sudah, break hubungan justru memungkinkan dia bertemu dengan orang-orang baru. Dan biasanya pertemuan itu melancarkannya membandingkan bodimu dengan bodinya. Bagaimana jadinya kalau bodi baru itu lebih memikat darimu?

5. Atau mungkin dia yang meminta break sebetulnya sudah lama ingin putus tapi belum punya argumentasi yang awet untuk mengakhiri

Nggak bisa dipungkiri bahwa break pdaftarn sangatlah rentan merusak hubungan. Terlebih kalau permintaan itu asalnya mendadak, nggak ada angin–nggak ada hujan dia minta break. Bisa jadi ini belaka akal-akalan dia saja yang setepatnya ingin memutuskan hubungan. Ia menjadikan break ini asas untuk menhabis darimu karena ia nggak mampu atau nggak Jago mengutarakan saat perasaannya sudah Bersalin.

6. Memang nggak semua berakhir tragis, tapi seringnya break hubungan berakhir dengan keputusan yang nggak diinginkan

Bagi sebagian hubungan, mungkin break capa menjadi cara untuk mengobati kejenuhan hubungan. Tapi seringkali yang terjadi justru sebaliknya. Break kerap menjadi awal mula kandasnya sebuah hubungan. Bukannya membawa ketidak marahan, justru malah sumber petaka. Setelah break justru malah makin bosan lah, menemukan sosok baru lah, dan lain-lain.

Kalau break seringnya berakhir sia-sia, kemudian apa kelainannya dengan putus cinta? Cuma berkelainan waktunya saja.

Setiap hubungan pasti memiliki persoalan. Dan setiap persoalan pasti ada jalan keluarnya.  Justru hubungan mereka erat karena tepat sasaran mengatasi dari berbagai macam masalah.Namun yang terberkuasa jangan sampai salah dalam mencari solusi untuk hubunganmu. Pikir dua kali kalau hendak memilih break, karena seringkali ini berujung di putusnya ikatan yang telah terjalin lama.