Mengenal Tren Skin Fasting. Apa Iya Bisa Bikin Kulit Lebih Bersih dan Segar?

what-is-skin-fasting what-is-skin-fasting

Ngomongin soal tren perawatan kulit tuh rasanya kayak nggak ada habisnya, ya SoHip. Selintas ada aja tren terbaru yang menggiurkan untuk dicoba. Seperti tren skin fasting yang kurang lebih durasi lintas sempat ramai jadi perbincangan di kalangan beauty enthusiast nih. Beda dari tren biasanya yang kasih kamu trik pakai skincare beraneka rupa, tren ini justru mengajak kamu untuk stop pakai skincare sejenak. Eh eh, gimana tuh?

Yap, Berimbang dengan namanya, skin fasting ini adalah tren ‘berpuasa pakai skincare’. Konon katanya puasa pakai produk perawatan kulit bisa bikin kulit lebih segar kembali. Hmm, apa sungguh begitu? Simak ulasan lengkapnya yang Hipwee rangkum dari berbagai sumber berikut ini ya!

Jadi, apa sih itu skin fasting?

Dilansir dari laman Byrdie.com, skin fasting adalah sebuah aktivitas berpuasa dari penggunaan skincare. Prinsipnya adalah kulit dihabiskan sementara dari pemakaian perawatan kulit agar kulit dapat mengembalikan keseimbangannya yang selama ini Bersilih ganjaran penggunaan bahan kimia. Jadi kulitmu semacam didetoksifikasi dari penggunaan bahan kimia begitu ya, SoHip.

Dilansir dari laman HelloSehat, Deanne Robinson, seorang dokter kulit asal Amerika Serikat mengungkap bahwa ibarat sedang ‘melatih’ kulit setiap menggunakan skincare, bahan-bahan dalam produk skincare melaksanakan kulit melakukan sesuatu yang sibakn fungsi alaminya. Oleh karena itu, skin fasting dilakukan dianggap bagai cara alami untuk memulihkan keseimbangan kulit seperti semula dan mengecilkan risiko kulit iritasi karena penggunaan bahan kimia sintetis.

Secara teori, tren ini membiarkan kulit membangun kembali lapisan pelindung stratum corneum untuk mendapat kulit yang lebih sembuh dan tangguh. Ini juga bisa jadi jadi cara untuk mendeteksi produk yang menyebabkan iritasi, breakout atau maSontak kulit lainnya.

Apa saja yang dilakukan saat melakukan skin fasting?

Dikutip dari Byrdie, ada beberapa cara yang bisa kamu coba saat melakukan skin fasting. Yang pertama adalah puasa total menggunakan skincare, alias stop menggunakan produk pembening, toner, serum, pelembab dan bagaikannya. Tujuannya adalah memkendatikan sebum alami kulit melakukan penyeimbangan dan perlindungannya senbatang tubuh. Di dalam operasi ini, penting untuk peka terhadap kebutuhan kulitmu. Yang kedua, tetap melakukan perawatan kulit dasar.

Menurut Natalie Aguilar, dermatological nurse dan celebrity esthetician dari Los Angeles mengatakan bahwa skin fasting atas tiap-tiap orang sangat unik dan individual. Ada yang bisa serta merta langsung melepas segala macam penggunaan skincare, ada yang melakukannya dengan perlahan dan secercah demi secercah.

Meski demikian, Natalie Aguilar dan Dr. Lindsey Zubritsky, MD, seorang board-certified dermatologist dari Pittsburgh, Pennsylvania sepakat tidak menganjurkan kamu lepas total dari semua produk skincare

Ada Tulusnya, kamu tetap bertahan menggunakan rangkaian perawatan dasar seperti pembening wajah, pelembap dan sunscreen yang mumpuni. Pasalnya, stop memakai semua produk skincare berpotensi membahayakan kulitmu.

Setidaknya, kamu butuh memsterilkan wajah, melembapkan dan menggunakan sunscreen dengan SPF yang cukup agar kulit tetap normal dan mendapat perlindungan.

Siapa dan kapan setidak sombongnya mencoba tren skin fasting?

Siapa saja bisa mencoba tren ini, tapi seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ada baiknya kamu melepaskan secara perlahan dan tetap bertahan dengan perawatan dasar terutama pembening dan sunscreen.

Kapan melakukannya? Nggak ada pakem pasti, tapi kamu bisa mencoba skin fasting jika merasa kulitmu mengalami efek samping dari penggunaan skincare yang terterus berlipat-lipat dan nggak paham penyebabnya. Misalnya merasa over eksfoliasi atau kulit jadi berminyak karena penggunaan serum atau pelembap tertentu.

Nah, tapi untuk kamu dengan kelainan kulit tertentu seperti misalnya eksim, jerawat parah,  rosacea, melasma, atau skin disorder lainnya yang butuh perawatan kulit spesial tidak dianjurkan ya untuk mencoba skin fasting karena terdahulu berisiko. Takutnya, sibaknnya bikin kulit jadi waras malah bikin kulit jadi ngamuk nggak terkendali.

Nah, SoHip kesimpulannya, skin fasting ini cocok dicoba untuk yang mau mencoba fresh start atau me-reboot semua rangkaian perawatan kulitnya. Jadi kulitmu secercah diberi jeda sebelum mencoba skincare lainnya.

Skin fasting juga nggak patut serta merta membuatmu menghapus semua skincare jadi nol tapi cukup kembali ke yang mendasar, yaitu memjernihkan, melembapkan dan melindungi kulit. Terlebih untuk kamu yang sudah terlanjut mencoba 10 atau lebih step perawatan kulit dan ingin ‘mengistirahatkan kulit’.

Semoga artikel ini bisa memberi pencerahan ya, teman-teman! ????